iklan03

Share :

Diving, Olahraga Ekstrim

October 21, 2020
(Foto Instagram: @turtleloverdivers)
(Foto Instagram: @turtleloverdivers)

INSETMEDIA.CO – Diving, anda pasti sering mendengar olahraga yang satu ini. Ya benar olahraga ekstrim yang berkegiatan menyelam di bawah air. Kegiatan ini biasa dianggap rekreasi karena kita bisa melihat sebuah keindahan dunia bawah air, khususnya dunia laut. Tapi sebenarnya diving masuk kategori olahraga ekstrim, karena beresiko tinggi dan cukup menguras energi, sehingga sangat diwajibkan fisik yang sedang prima.

Nah, sebenarnya diving dibagi menjadi dua macam, yaitu freedive atau menyelam bebas dan scuba dive atau menyelam scuba.

Menyelam Bebas

(Foto: freedivenusa.com)

 

Free diving atau menyelam bebas adalah kegiatan di mana kita menyelam ke bawah laut sebebas-bebasnya, tanpa menggunakan alat bantu pernapasan.

Menyelam bebas ini hampir sama seperti yang kita lakukan kalau kita menyelam di kolam renang, tapi dengan durasi selam dengan waktu tertentu, tergantung seberapa kuat kita berada di dalam air, biasanya lebih dari 3 menit.

Diperlukan latihan rutin untuk bisa melakukan hal ini, biasanya seorang freediver akan berlatih rutin menahan napas dengan metode dan tehnik khusus baik di darat maupun dibawah air, dan tidak jarang latihan ini juga bila melampaui batas maksimal, bisa beresiko kehilangan kesadaran atau black out, sehingga diperlukan instruktur atau teman saat melakukan latihan.

Pada dasarnya selain kemampuan menahan napas dan mengendalikan paru-paru, freediver juga harus bisa mengendalikan pikiran karena secara psikologis biasanya otak akan berontak ketika tidak ada oksigen yang masuk kedalam tubuh. Lalu freediver juga harus bisa meminimalisir gerakan tubuhnya agar bisa tetap meluncur maksimal tapi tetap bisa menyimpan banyak energi.

Menyelam Scuba

(Foto Instagram: @turtleloverdivers)

 

Scuba dive atau menyelam scuba, kegiatan ini sedikit berbeda dengan menyelam bebas. Dimana kegiatan selam ini menggunakan alat bantu pernapasan, yaitu Scuba atau Self Contained Underwater Breathing Apparatus. Pada dasarnya scuba dive menggunakan tabung oksigen yang bercampur dengan nitrogen. Sehingga kita tidak perlu menahan napas seperti saat kita menyelam bebas.

Dengan alat bantu pernapasan, maka durasi selam kita tentu akan bisa lebih panjang, biasanya untuk kedalaman rata-rata 10-18 meter, bisa mencapai sekitar 30-40 menit. Tapi ada banyak resiko dalam kegiatan ini diantaranya adalah dekompresi, yaitu suatu proses terjebaknya gelembung nitrogen didalam tubuh, sehingga bisa menyebabkan pembuluh darah pecah, selain itu ada juga resiko paru-paru pecah semua akibat jika naik kepermukaan terlalu cepat. Resiko tersebut bisa dihindari jika saja kita mempelajari fisiologi selam, dimana kita mempelajari bagaimana tubuh kita bekerja saat berada dalam tekanan air, sehingga kita bisa menghindari resiko-resiko tersebut.

Jadi itulah sedikit penjelasan kenapa kegiatan freedive dan scuba dive ini dianggap olahraga ekstrim. Maka dari itu ada pelatihan khusus yang harus ditempuh jika ingin melakukan kegiatan ini. Tentunya pelatihan ini juga harus tersertifikasi, agar kita bisa melakukan kegiatan ini dengan aman, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan.

 

Reporter: Noy
Redaktur: insetmedia.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *