iklan03

Share :

Pentingnya Memiliki Keluarga Bahagia Dalam Kehidupan

September 29, 2020
keluarga

Memiliki keluarga bahagia jelas menjadi harapan semua orang di dunia ini. Keluarga adalah rumah yang akan menerima dengan kedua tangan. Tidak peduli ada berapa banyak teman yang ada di sekeliling Sahabat, keluarga tetap menjadi tempat berlindung paling utama. Harta yang paling berharga adalah keluarga, bukan? Oleh sebab itu, penting sekali memiliki keluarga penuh kasih sayang sejak anak-anak masih kecil. 

Perkembangan dan pertumbuhan si kecil ditentukan bagaimana keluarga atau lingkungannya. Ia akan belajar banyak hal termasuk mendapatkan cinta dan kasih sayang yang berperan membangun karakter sejak dini. Peran Sahabat sebagai orangtua wajib membina keluarga bahagia agar anak bisa mendapatkan masa depan terbaik kelak.  Yuk, ketahui pentingnya keluarga yang bahagia bagi perkembangan si kecil berikut ini!

3 manfaat keluarga bahagia bagi perkembangan si kecil 

Jika anak-anak memiliki keluarga yang bahagia sejak kecil, ia akan tumbuh berkembang secara maksimal dibandingkan anak yang dibesarkan di lingkungan yang kurang kondusif. Berikut 3 manfaat yang bisa anak dapatkan jika memiliki keluarga bahagia:

1. Membuat hati anak senantiasa bahagia 

Jika Sahabat telah membina hubungan dengan suami atau orangtua secara baik, anak-anak pun akan merasa bahagia dibesarkan di lingkungan yang positif. Anak yang bahagia merupakan cerminan keluarga bahagia pula. Meskipun tidak berlaku secara seratus persen, tetapi anak-anak yang dibesarkan di keluarga yang baik cenderung memiliki masa depan yang baik pula. 

Mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk tumbuh, berkembang dan mewujudkan semua cita-cita. Keluarga ada di belakang anak untuk terus mendukung dan memacu semua potensi yang dimiliki. 

2. Mendukung perkembangan psikologi anak

Perkembangan anak baik sisi emosional, sosial dan psikologi membutuhkan peran orangtua. Jika ia dibesarkan di lingkungan keluarga yang bahagia, besar kemungkinan perkembangan psikologi bisa berjalan secara maksimal. Setidaknya keluarga akan terus mengingatkan anak bila ia melakukan hal yang salah. Orangtua akan mengajarkan pada anak mengenai kontrol emosi dan bersosialisasi yang baik. Pendidikan karakter dimulai dari keluarga sebelum si kecil memasuki bangku sekolah dan terjun ke masyarakat secara langsung. 

3. Keluarga bisa memberikan kehangatan, cinta dan memenuhi kebutuhan 

Kebahagiaan sejati saat anak-anak menyadari betapa besar cinta dan kasih sayang orangtua. Mereka akan selalu pulang ke rumah sebab bisa merasakan kehangatan. Keluarga tidak akan langsung menghakimi tindakan atau perbuatan yang dianggap salah. Orangtua akan mendengarkan alasan Sahabat dan siap menolong ketika kekecewaan melanda. 

Kebutuhan dasar manusia untuk dicintai, dihargai dan dikasihi akan terpenuhi saat anak dibesarkan di lingkungan keluarga bahagia. Jika kebutuhan batiniah terpenuhi, kebutuhan yang lain pun bakal mengikuti. 

Dampak negatif isu keluarga kurang harmonis pada anak

 Memang tidak mudah menjalani peran sebagai orangtua yang baik. Terkadang kepadatan rutinitas membuat Sahabat tidak sempat meluangkan waktu berkualitas bersama anak. Menyekolahkan anak di bangku formal memang wajib, tetapi pendidikan karakter terbaik hanya bisa didapatkan dari keluarga bahagia. Bagaimana jika rumah terasa suram karena isu keluarga yang kurang harmonis? Berikut dampak negatif isu keluarga kurang bahagia yang bisa mengganggu perkembangan dan pertumbuhan si kecil.

1. Tidak memiliki kepercayaan diri 

Anak-anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga kurang harmonis biasanya akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang percaya diri. Mereka memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah sehingga berimbas pada karakter hingga dewasa. Mereka menjadi pribadi yang minder, tertutup, kurang bergaul dan sebagainya. Bisa jadi sikap yang kurang percaya diri ini akan mengubur semua hal yang ada pada diri mereka. Potensi positif menjadi kurang tergali dan tidak bisa dikembangkan secara maksimal. 

2. Merasa takut ditelantarkan 

Anak yang hidup di keluarga tidak bahagia cenderung takut ditelantarkan. Mereka akan merasa takut diabaikan atau ditinggalkan oleh orang lain. Hal ini bisa mempengaruhi sikap mereka yang selalu was-was ditinggalkan oleh pasangan, teman atau rekan. Tentu pengalaman kurang menyenangkan sejak kanak-kanak sangat mempengaruhi pikiran si kecil hingga dewasa kelak. 

3. Sulit bersosialisasi atau bermasalah dalam hal kedekatan dengan orang lain 

Jika anak bahagia sebab ia dibesarkan di lingkungan yang kondusif, berbeda dengan anak yang kurang bahagia dengan keluarga mereka. Anak-anak cenderung tumbuh menjadi pribadi posesif dan selalu curiga pada orang lain. Apabila anak kekurangan kasih sayang dari salah satu orangtua, mereka akan mencari sosok yang bisa menggantikan peran ayah atau ibu mereka. 

 Jadi, mulailah untuk memikirkan masa depan anak-anak dengan membangun keluarga harmonis. Jika mengalami masalah dalam satu hubungan dengan suami atau istri, sebaiknya segera mencari solusi terbaik. Jangan biarkan anak-anak mengalami disorientasi saat remaja ya! Anda jelas tidak ingin si kecil memerlukan jasa terapis profesional jika memiliki sikap yang buruk akibat kurang kasih sayang, bukan? Namun, bagaimana cara menciptakan keluarga bahagia untuk anak-anak? 

Cara mewujudkan keluarga yang bahagia

 Pernikahan merupakan amal ibadah yang menjadi tujuan banyak pasangan di dunia ini. Mereka berandai mendapatkan kebahagiaan dalam setiap langkah pernikahan yang telah dijalani bertahun-tahun. Tentu masalah bisa saja terjadi dan memicu pertengkaran antara kedua belah pihak. Namun, Anda harus mampu mengontrol emosi dan ego agar pernikahan bisa diselamatkan. Jangan korbankan masa depan anak-anak dengan pernikahan yang berakhir di sidang perceraian. 

 Ada berbagai cara yang bisa Sahabat lakukan untuk mewujudkan keluarga bahagia untuk diri sendiri, pasangan, anak-anak, orangtua dan keluarga besar berikut ini. 

1. Mencoba saling percaya dan menerima kelebihan serta kekurangan pasangan 

Agar Sahabat bisa terus memiliki rasa percaya pada pasangan, sebaiknya tetapkan dalam hati untuk menerima kelebihan dan kekurangan pasangan. Penerimaan yang Sahabat berikan bisa meredam semua masalah atau pertengkaran yang sering muncul. 

2. Menjalin komunikasi yang baik 

Tidak hanya dengan pasangan saja, Sahabat juga harus menjalin komunikasi yang baik dengan anak-anak. Selalu agendakan waktu untuk melakukan aktivitas bersama atau sekadar bercerita. Mendengar keluh kesah pasangan dan anak bisa menghidupkan kembali kehangatan dalam keluarga Sahabat. 

3. Mengutamakan kebahagiaan sang anak 

Kebahagiaan anak merupakan prioritas dalam rumah tangga. Sahabat dan pasangan merupakan dua manusia yang telah dikaruniai anak sebagai amanah dari Tuhan. Tanggung jawab orangtua adalah memberikan kehidupan yang layak termasuk kondisi keluarga bahagia. Bukan berarti Sahabat mengabaikan kebahagiaan diri sendiri, tetapi pikirkan ulang jika Sahabat sempat ingin mengajukan cerai pada pasangan. 

4. Rajin berdoa 

Selain berbagai usaha untuk mewujudkan keluarga bahagia mulai waktu berkualitas bersama keluarga, Sahabat juga harus rajin berdoa kepada Tuhan. Doa atau ibadah mampu memberikan ketenangan batin. Kalau Sahabat memiliki jiwa atau psikologis yang baik, maka cara mengajar dan mendidik anak pun akan senantiasa berada di jalan positif. 

 Yuk, ciptakan keluarga bahagia yang selalu harmonis! Kunci kesuksesan anak dipengaruhi oleh dorongan dan doa orangtuanya. Saat mereka telah menggapai sukses di masa depan, anak akan tetap kembali dan mengingat jasa orang tua. Mereka akan selalu kembali ke rumah yaitu keluarga yang menerima apa adanya.

 

sumber: https://daihatsu.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *