iklan03

Share :

Sejarah Makanan Tradisional Cakwe

October 5, 2020
Cakwe (foto Instagram: @rekreasilidah)
Cakwe (foto Instagram: @rekreasilidah)

INSETMEDIA.CO – Bagi anda penggemar kuliner malam, tentunya tidak asing lagi bagi makanan yang satu ini. Ya sebuah jenis makanan yang terbuat dari tepung, berbentuk panjang-panjang, dan sangat enak dinikmati ketika masih panas sambil dicocolkan ke saus asam manis.

Cakwe namanya, merupakan makanan yang sering dijajakan oleh pedagang kaki lima dibeberapa daerah di Indonesia, dan sekarang makanan ini sudah menyesuaikan dan disajikan dengan sajian khas masing-masing daerah. Di kota Bandung Cakwe biasa dijajakan bersamaan dengan makanan lain yaitu Odading, hanya saja Odading memiliki rasa manis, sementara Cakue memiliki rasa asin gurih.

Sesungguhnya makanan ini berasal dari Tionghoa. Dalam dialek Hokkian makanan ini disebut Cahkwe, yang artinya “Hantu yang Digoreng”. Nama ini berhubungan erat dengan asal usul makanan ringan ini, namun sarat akan nilai sejarah.

Cahkwe mulai populer pada zaman Dinasti Song, ketika itu seorang jenderal bernama Jenderal Yue Fei yang terkenal akan nasionalisme nya tewas, akibat difitnah oleh Perdana Menteri Qin Hui. Mendengar kabar tewasnya sang jenderal, rakyat Tiongkok kemudian membuat 2 batang kecil adonan tepung beras yang melambangkan Qin Hui dan Istrinya. Adonan ini lalu digoreng untuk dimakan, semua ini dilakukan sebagai simbol kebencian rakyat kepada Perdana Menteri Qin Hui.

Nah bagaimana, tentunya saat menyantap makanan ini anda sudah tidak memikirkan asal usulnya kan? yang penting dimakan saat panas, dan jangan lupa cocol sambal asam manisnya.

 
Reporter: Noy
Redaktur: insetmedia.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *